Mari Kita Kembali ke Musik di Zaman Purbakala | ANAK MUSIK

Mari Kita Kembali ke Musik di Zaman Purbakala

Anak MusikMari Kita Kembali ke Musik di Zaman Purbakala. Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang sudah ada sejak zaman purbakala. Di mana pada saat zaman itu, musik purbakala dijadikan sebagai media pengiring upacara ritual masyarakat pra sejarah. Seperti halnya ketika masyarakat melafalkan mantra-mantra, maka alat musik pun mengiringi mereka untuk melafalkannya agar mereka lebih khusyu’ kepada dewa, leluhur, atau tuhan yang mereka anuti.

Mari Kita Kembali ke Musik di Jaman Purbakala

Ciri Musik Purbakala

Musik purbakala atau musik pada saat zaman prasejarah lebih bersifat ke kebersamaan. Di mana semua orang bisa memainkan alat musik dengan irama yang sama. Karena irama adalah unsur terpenting bagi mereka saat memainkan musik.

Berbeda halnya dengan nada yang mungkin di nomor duakan. Di mana nada sifatnya terbatas untuk musik di zaman purbakala. Nada yang digunakan pada musik di zaman tersebut lebih cenderung ke spoken alias seperti bertutur menyerupai obrolan atau percakapan. Inilah ciri khas musik purbakala yang mana lebih mementingkan irama dibandingkan dengan nada. Nadanya pun menggunakan nada spoken.

Perkembangan Musik Purbakala

Masih di zaman prasejarah, bahwa musik di zaman itu juga mulai mengalami perkembangan. Di mana musik mulai digunakan sebagai simbol atau tanda dalam beberapa kegiatan atau aktivitas sehari-hari.

Seperti halnya ketika ada suatu masyarakat atau kelompok tertentu sedang mengadakan rapat atau perkumpulan, maka mereka bisa menggunakan musik atau alat musik yang dimainkan untuk memanggil satu sama lain, yang satu kelompok. Tak hanya itu, musik di zaman itu pun juga digunakan sebagai penanda dalam peperangan. Baik dimulainya perang, hingga diakhiri perang. Di zaman Romawi, musik penanda perang ini biasa menggunakan terompet atau kendang yang ditabuh.

Fungsi Musik Purbakala

Di zaman purbakala atau zaman prasejarah, musik lebih cenderung ke hal-hal mistis. Hal ini bisa dilihat bahwa musik di zaman itu lebih cenderung ke musik magis. Di mana musik digunakan dalam upacara-upacara adat atau ritual religius atau ketuhanan dan mistik.

Seperti halnya ketika mereka sedang berdoa dan ingin berkomunikasi dengan dewa atau leluhur mereka, mereka biasanya menabuh gendang atau menggunakan alat musik lainnya agar bisa berkomunikasi dan menyampaikan pesan mereka. Tak hanya itu, musik di zaman itu pun bisa menyembuhkan orang yang sakit. Dengan bantuan leluhur dan para dewa yang mereka yakini dan mereka panggil dengan alat musik, mereka bisa menyembuhkan orang sakit.
Mari Kita Kembali ke Musik di Zaman Purbakala
Selain untuk mengiringi ritual dan menyembuhkan orang sakit, fungsi musik purbakala lainnya adalah untuk mengiringi mereka saat berburu binatang dan mengiringi mereka saat melakukan persembahan di suatu tempat yang keramat.

Memang, sebenarnya di zaman itu, musik digunakan mereka sebagai alat senang-senang mereka saat mereka berkumpul bersama dalam satu wilayah tertentu. Namun, seiring berjalannya waktu, musik di zaman itu pun mulai menjadi media pengiring upacara ritual kepada dewa-dewa untuk memelihara tanah ladang mereka dari marabahaya dan bencana kekeringan. Jadi, fungsi utama musik purbakala atau musik di zaman prasejarah lebih cenderung pada fungsi ucapan syukur pada dewa atau leluhur.

Musik purbakala yang masih digunakan sampai sekarang adalah beberapa suku pedalaman di beberapa wilayah. Seperti suku Indian, dayak, asmat, dan lain sebagainya. Jenis musik ini pun lebih cenderung ke musik yang beritme tanpa melodi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, yaitu lebih mengutamakan irama dibandingkan nada pada musik itu sendiri.

Itulah musik purbakala alias musik di jaman prasejarah yang perlu kita ketahui. Di mana sangat berbeda sekali dengan musik modern atau musik di zaman sekarang yang lebih cenderung sebagai penghibur lara.

Baca juga:
Karya Terpopuler