Mengenal Guido D’Arezzo | ANAK MUSIK

Mengenal Guido D’Arezzo

Anak MusikGuido D’arezzo juga disebut Guido of Arezzo lahir sekitar tahun 991 di Prancis. Ketika sekitar umur 8, Guido bergabung sebagai biarawan Banediktin yang dididik di Pomposa yang terletak di pantai Adriatik, Italia. Guido datang dengan metode mengajar penyanyi dengan waktu singkat dan cepat sehingga Guido terkenal di seluruh Italia Utara. Namun, metode ini cukup sulit diterapkan oleh penyanyi dalam mengingat nyanyian Gregorian karena metode yang diterapkan adalah hafalan.

Ketenaran Guido Azzero  ini membuat permusuhan yang disebabkan iri hati antar biarawan, sehingga Guido memutuskan untuk pergi ke Arezzo dimana kota ini tidak memiliki biarawan. Guido Arezzo diundang untuk melatih sebuah kelompok menyanyi di Arezzo, karena kota ini tidak memiliki kelompok menyanyi Katedral.

Mengenal Guido D’Arezzo

Sekitar tahun 1025 – 1028 Guido Arezzo ini menuliskan sebuah panduan yang sangat mudah bagi penyanyi, yang disebut Micrologus dedisciplina artis musicae yang berisi catatan, skala, modus, komposisi, interval, improvisasi dan melodi. Micrologus menjelaskan aturan untuk menggabungkan suara di Oragum dengn bentuk primitif dari polifoni yang bergerak secara paralel. Kemudial polifoni menjadi chords dan awal terbentuknya musik modern.
 
Guido Azzero memanfaatkan risalah musik Odo dari Saint-Maur-des-Fossés dan mengembangkan prinsip – prinsip notasi disana.

Pada sekitar abad ke-19 Guido Azzero memperkenalkan Re – Mi – Fa – So- La, namun Guido Azzero menambahkan “Do” karena lebih mudah menyanyi dengan vokal atau bentuk mulut yang terbuka, dan ditambahkan “Ti” diatas “La”.

Sehingga tersusun menjadi  Do – Re – Mi – Fa – So – La – Ti – Do  sebagai pengganti notasi neumatic. Prinsip Guido ini berfungsi sebagai dasar bagi notasi musik barat.

Tangan Guido Azzero  adalah prinsip yang sangat dikenal juga pada masa itu, tetapi belum diketahui dengan jelas apakah prinsip ini masih dikembangkan setelah masa hidup  Guido Azzero. Penemuan ini sangat menarik karena hanya menggunakan media tangan dan lipatan – lipatan yang ada di tangan. Prinsip ini digunakan untuk membuat sebuah catatan yang disesuaikan dengan catatan Salfagio.  Ada sekitar 50 macam versi tangan yang digunakan dalam prinsip ini. Prinsip ini juga bisa digunakan untuk menunjukkan suatu nada ditangannya, dengan menyanyikan catatan yang sesuai.
Mengenal Guido D’Arezzo
   
Guido Azzero menemukan Hexachord sebagai setengah langkah yang selalu ada diantara nada ketiga atau keempat seperti contoh ketika nada Do – Re – Mi akan diawali dengan kunci C, Maka nada yang dimainkan adalah C – D – E – F – G – A – B. Penemuan ini membuat orang menjadi mudah untuk mempelajari musik baik secara ndividu maupun berkelompok yang mempelajari jenis musik yang sama.

Dengan metode hafalan yang pernah diterapkan dahulu oleh Guido Azzero, biasanya akan menghasilkan penyanyi dengan menempuh 10 tahun atau lebih masa belajar. Namun, dengan prinsip Somilasi yang diterapkan sekarang bisa menghasilkan penyanyi yang sempurna dalam waktu 1 sampai 2 tahun saja.

Setelah tugas Guido Azzero membimbing penyanyi Katredal di Azzero telah selesai, Reputasi Guido Azzero menyebar sampai ujung Roma. Sehingga pada tahun 1028 Guido Azzero diminta untuk datang dan menunjukkan notasi – notasi yang merupakan metode barunya.

Setelah datang di Roma untuk menunjukkan metodenya, kesehatan Guido Azzero tiba – tiba memburuk yang membuatnya harus kembali ke Azzero. Kesehatan Guido Azzero dikabarkan tidak benar – benar pulih pada waktu itu. Sehingga sampai saat ini belum diketahui dengan pasti kapan meninggal dan tempat dimakamkannya Guido Azzero.

Baca juga:
Karya Terpopuler