Perkembangan Musik Abad 20 | ANAK MUSIK

Perkembangan Musik Abad 20

Anak MusikPerkembangan Musik Abad 20. Dari awal abad pertengahan hingga akhir abad ke-19 musik klasik di dominasi oleh sistem tonal. Hinga sampai pada abad-20 musik mengalami perkembangan. Musik abad 20 dimulai dari tahun 1900 sampai tahun 2000-an.

Musik abad 20 memiliki beberapa jenis aliran antara lain :
  1. Aliran Ekspresionisme: Merupakan aliran musik di Jerman dari Schoenber, neoclassical, dan Igor Stravinsky.
  2. Aliran Futurism: Merupakan karya dari luigi Russolo, Alexander Mossolov, Prokoliev, Antheil.
  3. Aliran  Microtonal: Merupakan karya dari Julian Carillo, Alois Haba, Harry Partch, dan Ben Johnston.
  4. Aliran Sosialis: Merupakan karya dari Prokofiev, Gliere, dan Kabelevsky.
  5. Aliran Serialisme: Merupakan karya dari Piere Boulez, musik aleatoric dari John Cage dan  musik politik dari Luigi nono.  Ada juga musik dengan tema harmonis yang simple dengan ritme minimalis dari Steve Reich dan Philiph Glass.
    Perkembangan Musik Abad 20

Perkembangan Musik Abad 20

Musik Kontemporer

Perkembangan musik abad – 19  melahirkan musik kontemporer yang mengusung sebuah kesederhanaan yang berlangsung pada tahun 1975 sampai sekarang. Sehingga musik di era abad 20 dengan musik kontemporer berjalan beriringan.

Musik kontemporer berasal dari segala tempat yang mempengaruhi gaya musik lain. Contohnya intrumental China, gamelan Indonesia, ragas dari instrumental India dan  musik jenis pop, rock, jazz yang berkembang pesat.

Claude Debussy membawa musik abad 20 ini dengan gaya impressionisme yang membuat warna dan pola musik pada abad 20 ini sangat menarik dan berbeda dari pola sebelumnya.

Musik Gereja

Pada musik abad 20 ini banyak mengangkat tentang kehidupan manusia, namun dikemas dalam musik yang estetis. Ini merupakan konsep baru dalam musik lituri karena sebelumnya musik hanya menggambarkan sebatas makhluk – makhluk surgawi dan kesalehan orang per orang. Dalam sejarah musik gereja munculah suatu topik baru yang memiliki 3 tahap.

Tahap pertama

Pada tahap ini menggambarkan  kehidupan makhluk – makhluk surgawi dengan bahasa yang agung, seperti : Te Deum Laudamus, Gloria Patri, Te Decet Laus, Magnificiant, Agnus Dei, dsb. Bahasa latin mendominasi musik tahap ini pada abad – abad pertengahan sampai  zaman reformasi.

Tahap kedua

Perilaku manusia mulai terungkap dan lebih terbuka. Ungkapan Aku dan Engkau menjadi hubungan antara Manusia dan Allah dalam mengisi syair – syair pada tahapan ini. Munculnya ekspansi, puritanisme, spiritualisme orang berkulit hitam, dan sebagainya merupakan latar belakang tema yang diambil dari tahap ini.

Tahap ketiga

Persoalan konkret yang dialami oleh manusia mulai terbuka dan diungkapkan dalam bahasa manusia. Keadilan, perdamaian, tata masyarakat, kemiskinan, kaum buruh, lingkungan hidup, dibicarakan dalam nyanyian jemaat secara terbuka secara nyata, jujur, dan terus terang.

Baca juga:

Tahap – tahap yang berkembang ini tidak menggantikan tahap – tahap sebelumnya. Nyanyian pada tahap – tahap terdahulu masih dinyanyikan oleh jemaah dan tidak terbuang sama sekali. Tahap – tahap baru justru memberikan liturgi dengan munculnya tema –  tema baru.

Gereja Kristen telah mewarisi kekayaan musik sepanjang abad baru seperti terjemahan dari lagu – lagu  pujian Latin dan Yunani, lagu pujian untuk paduan suara pada periode reformasi, nyanyian mazmur metrikal, marot dan penyanyi mazmur pada zaman itu.

Komposer pada abad ke-17 dan 18 memiliki ajaran yang sangat kuat dan berpengaruh untuk kehidupan. Pada abad ke-19 dan ke-20 komposer musik sangat berguna untuk usaha penginjilan karena banyak dicantumkan poin tentang kehidupan umat  kristiani dan tanggung jawab umat terhadap kitab suci  injil.
Karya Terpopuler