Musik di Zaman Yunani Kuno dan Romawi | ANAK MUSIK

Musik di Zaman Yunani Kuno dan Romawi

Anak MusikPerkembangan Musik Zaman Yunani Kuno. Kebudayaan dan pemikiran Eropa barat selama 2000 tahun silam telah dipengaruhi oleh kebudayaan tradisi Yunani kuno. Daerah yang dikuasai kerajaan Yunani pun terhitung banyak, mulai daerah wilayat Laut Tengah, Afrika Utara, Turki, Irak, Iran, hingga ke sungai Indus di India. Namun, kekuasaan Yunani pun mulai runtuh semenjak kedatangan Roma di zaman Romawi. Namun untuk kebudayaan dan bahasa Yunani masih melekat di wilayah Laut Tengah hingga abad ke 2 Masehi, setelah kelahiran Yesus Kristus, hingga kebudayaannya pun diadopsi oleh Kebudayaan Romawi kuno.

Memang, budaya Barat berakar dari kebudayaan Yunani dan Romawi. Musik barat pun juga memiliki akar yang sama. Namun contoh musik dari zaman itu, sangat jarang ditemukan, hanya ada beberapa fragmen dari musik Yunani kuno yang bisa kita dengar hingga sekarang. Hampir sama sekali tidak ada petunjuk yang jelas tentang musik Romawi. Namun, menurut sejarah bahwa musik memiliki peranan penting dalam kehidupan bangsa Romawi pada zaman Romawi Kuno.

Sejarah dan Perkembangan Musik di Zaman Yunani Kuno

Teori musik kuno pun mulai dikenal di masa abad pertengahan yang akhirnya melahirkan sistem filosofi musik yang berlaku. Di masa kejayaan kebudayaan Yunani kuno pun terjadi pada tahun 546 – 323 Sebelum Masehi. Masa tersebut dikatakan sebagai masa ‘Emas’ bagi kesustraan, filsafat, kesenian, drama, hingga musik.

Musik Yunani Kuno (Musik Yahudi)

Di jaman pertengahan, Bangsa Yunani memiliki teori-teori musik. Hingga buku-bukunya mulai diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Boethius. Di dalam teori-teori tersebut, musik lebih ditekankan pada kerohanian (theocentris), di mana semua kehidupan memiliki pusat, yaitu Tuhan.

Karena di zaman ini, musik dipercayai mengandung kekuatan tertentu, yang mana musik adalah sesuatu yang berasal dari dewa. Mereka menganggap bahwa dewalah yang menciptakan dan memainkan musik. Bahkan di zaman ini, musik dipercaya bisa dijadikan sebagai media penyembuh segala penyakit hingga menyatukan jiwa dengan semesta. Tak heran, di jaman Yunani Kuno, saat jenazah dimumikan atau diawetkan, mereka melakukan ritual dengan iringan musik.

Memang, musik di zaman Yunani kuno sangat memiliki peran penting dalam keagamaan. Contohnya seperti ritual Kultus Apollo di mana ritual ini akan diiringi dengan instrumen Lira, sedangkan ritual Dyonisius diiringi dengan instrumen Aulos dan Kithara.

Lira dan Aulos merupakan alat musik yang dipetik dengan menggunakan 5 sampai 7 senar. Sedangkan Aulos adalah Alat musik Yahudi yang dimainkannya dengan cara ditiup seperti flute (zaman sekarang). Di mana Aulos terdapat satu atau dua lidah (reed). Dengan adanya peradaban Yunani kuno dalam musik, maka bangsa Yunani kuno dan Yahudi dianggap sebagai pencetus kesenian Barat.
Sejarah dan Perkembangan Musik di Zaman Yunani Kuno dan Romawi

Perkembangan Musik Yunani Kuno

Musik Yunani kuno pun mengalami banyak perkembangan. Seperti adanya musik gereja dengan suara satu. Di mana musik ini disebut sebagai musik kristen. Saat itu ada seorang pendeta yang bernama St. Ambrosius, di mana ia menciptakan sebuah lagu rohani, kemudian seorang paus yang bernama Paus Gregorius mengembangkan lagu tersebut, hingga lagu-lagu rohani tersebut digunakan di upacara ibadah umat kristiani. Lagu tersebut disebut Liturgie.

Pun Musik Yunani juga memberikan kontribusi pada musik di dunia, salah satunya adalah adanya dua jenis musik yang dikategorikan dalam dua tetrachord membentuk tangga nada diatonis dalam satu oktaf (do-re-mi-fa-sol-la-si-do). Di mana teori ini dicetuskan oleh Pythagoras.

Baca Juga:
Karya Terpopuler