search-button

Macam – Macam Genre Musik Dan Pengertiannya

   
AnakmusikMacam – Macam Genre Musik Dan Pengertiannya. Kita tahu bahwa terdapat banyak sekali genre-genre musik yang terkenal dan banyak diminati oleh semua orang, seperti POP, Jazz, Dangdut, Reggae, Rock, Rock and Roll, dan lain sebagainya. Namun, disini saya akan memberikan genre musik tersebut bersamaan dengan pengertiannya. Mungkin dari kalian masih banyak yang belum mengerti atau belum megetahui pengertian atau arti genre musik yang kamu sukai. Nah, untuk itu saya akan memberikan iformasi ini secara lengkap dan jelas.

Macam-macam genre musik dan pengertiannya ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kamu yang hobi mendengarkan musik atau sekedar ingin menambah wawasan. Apa yang dimaksud GENRE MUSIK? Genre musik adalah sebuah pengelompokan sesuai dengan kemiripan satu sama lain. Musik dapat juga dikelompokan sesuai kriteria lain, geografi misalnya. Sebuah genre dapat difenisikan oleh konteks, gaya, teknik musik dan tema musik.

Macam – Macam Genre Musik Dan Pengertiannya

Pengelompokan Musik Secara Aliran Atau Gaya: Musik secara umum dibagi ke 3 kelompok yang memiliki kegunaannya masing-masing, Musik Seni, Musik Tradisional, dan Musik Populer. Di bawah ini saya akan memberi penjelelasannya secara lengkap dengan tema “Macam – Macam Genre Musik Dan Pengertiannya”.

  1. Musik seni (art Music). Musik Seni atau sering juga disebut dengan Musik Serius dan musik-musik sejenis (musik avant garde, kontemporer) adalah istilah pengelompokan jenis musik yang mengacu pada teori musik Klasik Eropa atau jenis-jenis musik etnik lainnya yang di serap atau diambil sebagai dasar komposisinya. Berbeda dengan musik Populer atau musik masa, musik jenis ini biasanya tidak lekang dimakan waktu, sehingga bertahan berabad-abad lamanya. Tokoh-tokoh komponis Indonesia yang menciptakan jenis musik seperti ini diantaranya: Amir Pasaribu, Dody Satya, E. Gustdiman, I Wayan Sadre, Iwan Gunawan, Michael Asmara, Otto Sidharta, Rahayu Supanggah, Slamet Abdul Syukur, Tony Prabowo, Tri Suci Kamal, dan sebagainya.
  2. Musik klasik. Musik klasik pada umumnya merujuk pada musik klasik Eropa, akan tetapi, terkadang juga pada musik klasik India, Persia dan lainnya. Musik klasik Eropa sendiri terdiri dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik.
  3. Musik Populer. Musik populer adalah jenis musik yang saat ini digemari oleh masyarakat awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai dengan keadaan zaman saat ini, sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang. Genre musik ini dapat kita temui hampir di seluruh belahan dunia.
  4. Jazz. Jazz merupakan genre musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
  5. Gospel. Gospel merupakan genre musik yang didominasi oleh vokal dan biasanya memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya yaitu contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Sebenarnya lagu jenis Gospel ini memiliki nuansa mirip dengan Rock n Roll. Wwalnya, dahulu diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia sendiri musik gospel beraliran rock dan pop banyak dipopulerkan oleh musisi seperti True Worshippers, Nikita, Giving My Best, Franky Sihombing, dan masih banyak musisi Indonesia lainnya.
    Macam-Macam Genre Musik Dan Pengertiannya
  6. Blues. Genre musik Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang dari musik Afrika barat. Jenis musik ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop saat ini, termasuk Big band, Country, Jazz, Musik pop, Ragtime, rhythm and blues, dan rock and roll.Rhythm and blues. Rhythm and blues merupakan nama musik tradisional masyarakat Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an hingga 1960-an yang bukan jazz maupun blues.
  7. Funk. Funk adalah sebuah genre atau aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya genre musik ini dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, perkusi yang dominan, bunyi gitar ritme yang tajam, pengaruh jazz yang kuat, serta kesan gembira yang didapat saat mendengarnya. Akar funk dapat ditelusuri hingga jenis rhythm and blues dari daerah Louisiana pada tahun 1960-an. Aliran musik funk terkait dekat dengan musik soul serta jenis musik turunan lainnya seperti P-Funk dan Funk Rock.
  8. Rock. Genre Musik Rock, dalam pengertian yang paling luas meliputi hampir semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll, adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi seperti Bill Haley, Buddy Holly, Chuck Berry, dan Elvis Presley. Musik rock kemudian berkembang menjadi psychedelic rock, kemudian menjadi progressive rock. Beberapa band Inggris seperti The Yardbirds dan The Who kemudian berkembang menjadi hard rock, dan kemudian menjadi heavy metal. Akhir 1970-an musik punk rock mulai berkembang, dengan beberapa kelompok seperti The Clash, The Ramones, dan Sex Pistols. Pada tahun 1980-an, rock berkembang terus, terutama metal berkembang menjadi hardcore, thrash metal, glam metal, death metal, black metal dan grindcore. Ada pula british rock serta underground.
  9. Metal, hardcore. Metal merupakan aliran atau genre musik yang lebih keras dibandingkan dengan Rock. Genre Metal yang dikategorikan keras di mana lagunya memiliki vocal scream, growl dan yang terbaru adalah pigsqueal di mana vokal ini lebih banyak digunakan di aliran black metal, death metal, deathcore, electronic hardcore, hardcore, metalcore, post-Hardcore, screamo, dan lainnya. Di Indonesia sendiri, aliran band ala vokal scream ini telah banyak ditemukan tetapi masih belum bisa diterima secara terbuka oleh masyarakat umum. Contoh band Indonesia yaitu:  The Civil Wears Monza, Burgerkill, Deadsquad, DESIDER, Secret Of Murder, dan lain-lain. Sedangnkan diluar negeri sendiri diantaranya: Asking Alexandria, Chelsea Grin, Miss May I, The Crimson Armada, We Butter The Bread With Butter, dan masih banyak lagi.
  10. Electronic. Electronic dimulai sebelum ditemukannya synthesizer, dengan tape loops dan alat musik elektronik analog pada tahun 1950-an dan 1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz Stockhausen.
    Macam – Macam Genre Musik Dan Pengertiannya
  11. Ska, Reggae, Dub. Genre musik ini merupakan perpaduan dari musik R&B dan musik tradisional mento dari Jamaika muncul ska, dan kemudian berkembang menjadi reggae dan dub.
  12. Hip hop / Rap / Rapcore. Musik hip hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B. Dimulai pada awal 1970-an dan 1980-an. Genre musik ini mulanya berkembang di pantai timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada tahun 1992, musik hip hop dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal dan menghasilkan rapcore.
  13. Pop. Musik pop adalah genre musik penting namun batas-batasnya sering kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke kategori country, hip-hop, rock dan sebagainya.
  14. Musik tradisional. Musik tradisional merupakan perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang ada di Indonesia, di antaranya adalah sasando, angklung dan gamelan. Selain dari musik tradisional yang berasal dari kebudayaan lokal, juga terdapat musik tradisional yang berasal dari pengaruh kebudayaan luar di antaranya keroncong, marawis, dan gambang kromong.
  15. Latin. Musik Latin merupakan genre musik tradisional latin yang merujuk pada musik Amerika latin khususnya, termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre Samba.
  16. Country. Musik tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan berkembang dari budaya Amerika kulit putih, terutama di kota Nashville. Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.
  17. Dangdut. Dangdut merupakan genre atau aliran musik yang berasal dari negeri kita sendiri (Indonesia). Musik Dangdut memiliki nuansa india dan melayu. Pada awalanya, musik ini hanya dianggap musik kelas bawah. Namun dengan seiring waktu, musik ini akhirnya dapat diterima dan dinikmati semua kalangan.