search-button

Kreativitas Ada Di Celah Wisata

   
Manusia memiliki dua dimensi yaitu tubuh dan jiwa. Kedua dimensi ini memerlukan asupan giji dan nutrisi agar memiliki daya guna bagi kehidupan. Nutrisi tubuh berupa makanan dan minuman sedangkan nutrisi batin salah satunya berupa wisata dan kesenian. Kebutuhan badani seakan mendominasi kehidupan manusia di muka bumi sejak masa purba hingga sekarang. Kebutuhan badani merupakan kebutuhan primer atau pokok. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini akan menyebabkan kelemahan pada tubuh dan bahkan kematian. Pentingnya pemenuhan kebutuhan badan ini seringkali menggunakan segala cara, terutama ketika terjadi persaingan. Konflik atau perang antar suku, bangsa dan negara pemicunya adalah perebutan lahan ekonomi. Berbeda dengan kebutuhan batin, kebutuhan batin pada mulanya tidak bersifat primer, karena tidak terpenuhinya kebutuhan ini tidak menyebabkan kematian. Kebutuhan ini dicari hanya sekedar untuk menghilangkan penat dan lelah dan bersifat insidental.

Namun seiring dengan perubahan jaman, kebutuhan jenis ke dua ini pun semakin terasa penting. Terutama ketika jaman telah berubah, dari jaman agraris ke jaman industri. Pada jaman industri manusia seolah telah dikondisikan menjadi robot, gerak hidupnya mengikuti tuntutan kegiatan industri. Pergi pagi pulang malam telah menjadi ritual harian masyarakat industri. Hal ini menimbulkan rasa stres, cemas dan kehidupan menjadi monoton. Akhirnya manusia dijangkiti penyakit alienasi, terasing dari rasa kemanusiaannya. Secara alamiah,  dimensi batinnya melakukan pemberontakan, berupa hasrat ingin mencari kesenangan yang salah satunya berwujud pada rasa keinginan untuk berwisata. Pada akhirnya, manusia tidak bisa mengabaikan dimensi batin ini. Ia sama seperti tubuh, perlu diberi nutrisi atau makanan. Dengan demikian, pada masyarakat industri, kebutuhan akan berwisata menjadi kebutuhan pokok seperti halnya makan dan minum.

Penduduk di negara-negara maju sudah terbiasa memasukan pos anggaran berwisata pada  pada catatan keuangan keluarga mereka. Libur akhir pekan, atau pada bulan-bulan khusus mereka selalu berangkat berwisata. Akibatnya, objek wisata menjadi sebuah industri sama halnya dengan industri lainnya. Pola dan manajemennya dibuat sebaik mungkin agar menarik banyak kunjungan. Bahkan bagi banyak negara, sektor pariwisata merupakan sumber penerimaan devisa yang dapat diandalkan. Kini, banyak negara seolah berlomba mengenalkan daerah wisatanya hingga ke luar negeri. Khusus di Indonesia,  pemerintah menganggap penting pembangunan sektor pariwisata sehingga secara khusus Presiden mengangkat menteri yang khusus menangani masalah kepariwisataan.

Secara harfiyah  wisata  adalah lawatan atau perjalanan yang dalam bahasa Inggris disebut travel. Sinonim dari kata wisata adalah pariwisata yang artinya lawatan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lainnya atau dalam bahasa Inggris disebut tour dan pelakunya disebut wisatawan atau travelers. Sedangkan kepariwisataan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata atau turisme.

Wisata tidak sekedar berupa objek sebuah tempat atau benda. Wisata juga bisa bersatu dengan kesenian terutama seni suara dan seni tari. Di tempat objek wisata banyak disajikan tarian nyanyian dan pentas seni lainnya. Saat kita pergi ke Keraton Jogjakarta misalnya, kita tidak hanya disuguhi gedung dan keraton peninggalan sejarah kerajaan, tapi juga disuguhi berbagai pentas seni keraton. Di situ kita bisa melihat tarian dan nyanyian warisan budaya kerajaan. Bagi wisatawan yang memiliki apresiasi tinggi terhadap seni, hal ini seringkali menarik perhatian ketimbang bentuk objek wisata lainnya. Apalagi yang disajikan di tempat bersejarah, biasanya kesenian yang memiliki nilai budaya tinggi. Walaupun begitu, bukan berarti objek wisata lainnya sepi dari kesenian. Sekalipun kita sekedar menginap di hotel, atau duduk di tepian pantai, musik atau seni tetap menyertai.  Bisa pentas seni di atas panggung, hiburan di dalam hotel, atau sekedar tembang-tembang lewat ponsel pintar kita dan dari pesawat televisi.

Sadar! Kreativitas Ada Di Celah Wisata

Pariwisata tidak hanya berhenti pada soal objek wisata dan kesenian. Pariwisata berkaitan juga dengan hotel dan penginapan. Kehadiran hotel atau penginapan di lokasi wisata adalah penting. Para wisatawan bisa menghabiskan berhari-hari di tempat wisata. Mereka akan berumah dan tidur di hotel. Tidak heran, setiap hari libur,  hotel dan penginapan di tempat wisata sudah dipenuhi pesanan sejak jauh-jauh hari. Saat kita berwisata, kita dapat booking hotel murah sesuai fasilitas yang kita butuhkan.
Pemesan Hotel Secara Online Di Wego
Selain itu, bisnis jasa penjualan tiket pun tidak ketinggalan. Kini bisnis jasa penjualan tiket kian marak. Kita dengan mudah dapat membeli tiket di loket-loket terdekat, tidak harus ke stasiun atau pergi ke Bandara. Saat rebahan di tempat tidur pun kita dapat melakukan pembelian tiket melalui ponsel pintar kita. Misalnya, Kita beli tiket online di Wego.co.id.
Pemesanan Tiket Secara Online Di Wego
Selain jasa tiket dan hotel, kegiatan wisata juga selalu diiringi dengan munculnya jasa prostitusi. Sekalipun dilakukan secara sembunyi, kita tidak menutup mata bahwa hampir di semua objek wisata selalu terdapat praktek prostitusi. Objek wisata gunung kemukus di Jawa Tengah misalnya, identiik dengan kegiatan warung remang yang menjajakan layanan prostitusi.

Selanjutnya bagaimana pandangan teologis atau agama mengenal wisata dan kepariwisataan ini?

Salah satu pemahaman Islam tentang pariwisata adalah terdapat pada ditetapkannya tuntutan pemenuhan rukun haji, yaitu wajib melakukan perjalanan spiritual ke tanah suci bagi mereka yang telah memenuhi syarat. Tentunya pariwisata yang direkomendasikan Islam adalah pariwisata yang membawa pelakunya pada kesadaran spiritualitas dan menambah keimanan. Contohnya berkunjung ke tempat-tempat bersejarah Islam, berkunjung ke tempat-tempat yang menghadirkan keagungan Tuhan,  semisal pemandangan alam, gunung dan lautan.

Intinya, Islam mengajarkan pariwisata. Tujuannya agar manusia berjalan di muka bumi, lalu cari pelajaran pada setiap kejadian alam.. Berwisata sangat dianjurkan, dengan tujuan agar kita dapat melihat hikmah dibalik penciptaan serta pelajaran atas semua kejadian yang telah berlaku pada umat manusia yang telah berlalu.