search-button

Artikel Sejarah Alat Musik Gong Di Indonesia

   
AnakmusikArtikel Sejarah Alat Musik Gong. Alat musik gong tentunya bukan hal yang asing lagi yang sering kita dengar. Namun tahukah anda tentang sejarah alat musik gong? Nah, disini kami menyajikan suatu info atau ulasan tentang sejarah alat musik gong. Mari kita simak bersama sejarah alat musik gong. Gong adalah sejarah peralatan muzik idiophone yang bermula dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Terciptanya gong sudah ada sejak era gangsa di Yunani. Di Indonesia gong dimainkan sebagai musik pengiring untuk permainan wayang kulit. Gong adalah peralatan yang sangat penting dan berperan untuk menghasilkan suara atau bunyi tulang belakang dalam assemble persembahan musik gamelan.
  
Gong terdiri dari berbagai ukuran untuk memperoleh bunyi atau suara yang berbeda. Setiap gong yang satu dan lainnya dimainkan bersama – sama mengikuti hentakan lagu. Kebiasaannya, satu atau dua ikut dimainkan rentak untuk menghasilkan alunan musik yang lebih unik. Gong merupakan alat musik yang mudah ditemui diseluruh semenanjung Indochina juga di kepulauan Nusantara yang dijadikan sebagai alat utama dalam cara upacara khas dan persembahan musik tradisional.

Artikel Sejarah Alat Musik Gong Di Indonesia

Pada tahun 1974 tepatnya di Malaysia, bentuk awal gong yang pertama ditemukan adalah gendang Dongson yang ditemukan di Batu Buruk, Tarengganu. Sejak 600 BC atau lebih awal sampai abad ke – 3 dia dihasilkan dan merupakan salah satu contoh hasil kerja yang terbuat dari logam, budaya itu yang paling baik. Ini adalah hasil pendedahan dari perdagangan rempah – rempah antara Cina dan India yang berdiri sejak era Yunani lagi dan juga hasil kerjaan Melayu tua seperti Champa, dan ada banyak juga tempat di Klantan, dan Terengganu yang memakai nama Gong.
Sejarah Alat Musik Gong
Alat Musik Gong - Image Source : en.wikipedia.org
Dengan cara pembuatan seperti kos yang agak tinggi dan sukar, lalu yang dihasilkan pun alat ini terpercaya memiliki kualitas yang tinggi. Tentunya alat ini diimport dari indonesia, khususnya dari jawa. “Shallow rims” dan “small boss” merupakan dua jenis tempatan Gong. Melodi yang diperoleh adalah untuk memberi isyarat pada penghabisan dan permulaan suatu lagu.

Sesama pemerintahan kerajaan Nusantara zaman dahulu, gong kecil akan dimainkan atau dipakai oleh sebagian prajurit raja dengan mengelilingi kampung – kampung untuk menyebarkan suatu berita. Gong juga akan dipakai untuk mengumpulkan penduduk kampung dan raja memberikan pesan yang akan disampaikan dengan menyuruh prajurit untuk membacakan pesan atau berita itu. 

Gong besar yang dikenal dengan nama “ tawak”, ini berada di lingkungan masyarakat Dayak Sarawak khususnya orang Iban. “Bebendai” adalah sebuah gong kecil dan tipis, dan ada juga “engkerumong” gong ini merupakan gong yang palig kecil. Gong bukanlah sekedar alat musik tradisional bagi masyarakat Dayak, namun memiliki fingsi – fungsi khusus. Gong juga banyak dipakai dalam upacara – upacara masyarakat Dayak terutama sesama Perayaan Hari Gawai. Acara Pernikahan dan lain – lain. Dalam Tarian Ngajat merupakan suatu contoh yaitu gong yang dipakai sebagai musik pengiring utama. Pada zaman dahulu di Sarawak memang gong merupakan harta yang sangat berharga bagi masyarakat Iban.

Baca juga: