search-button

Sejarah Alat Musik Arumba

   
AnakmusikSejarah Alat Musik Arumba. Apakah sebelumnya kalian sudah mendengar, apakah Arumba itu? Masayarakat Jawa Barat pun memang tak banyak yang tahu tentang alat musik Arumba ini. Mungkin yang tahu hanya sebagian orang diantaranya keluaraga yang masih menyatu atau menjungjung tinggi nilai kebudayaan di Jawa Barat Indonesia, mahasiswa dan guru – guru seni musik. Berikut penjelasan dan sejarah tentang alat musik arumba.

Arumba merupakan ensembel (kombinasi dari beberapa jenis alat musik) musik dari beberapa macam alat musik yang terbuat dari bambu. Pada tahun 1960, alat musik arumba lahir di Jawa Barat Indonesia, hingga sampai sekarang arumba menjadi alat musik khas Jawa Barat. Arumba termasuk seni musik (ensembel) di budaya Jawa Barat Indonesia. Biasanya alat musik ini dimainkan pada saat malam hari oleh beberapa kelompok anak muda yang sedang bertugas ronda malam. 

Sejarah Alat Musik Arumba

Alat musik Arumba ini mulanya berasal dari Desa Margoyoso Kec. Salaman Kab. Magelang, kemudian alat musik arumba ini dikembangkan ke desa – desa disekitarnya, seperti Desa Jamblang – Kaliabu, dengat penuh semangat masyarakat desa itu mendalami jenis musik arumba tersebut. Jumlah pemain alat musik arumba ini  biasanya berjumlah sekitar kurang lebih 10 orang. Alat musik arumba ini juga biasa di mainkan di acara – acara tertentu seperti ulang tahun, pernikahan, khitanan dan lain sebagainya.
Sejarah Alat Musik Arumba
Adapun alat musik yang suka digabungkan dengan alat musik arumba ini adalah :
  • Angklung Solo, yaitu satu set angklung (biasanya 31 buah) yang tergantung pada tempat angklung. Angklung ini dimainkan oleh satu orang  saja, sehingga pada satu waktu, hanya ada 2 angklung yang bisa digoyangkan. Seiring berjalannya waktu muncul nya perkembangan dengan ide – ide baru, kedudukan angklung solo pun mulai tergeser dengan adanya angklung toel.
  • Gambang Melodi. Yakni gambang yang menghasilkan bunyi melodi lagu (saling mengisi suara dengan angklung secara bergantian), dimainkan oleh satu orang dengan menggunakan 2 pemukul.
  • Gambang Pengiring. Yaitu gambang ini bertugas menghasilkan suara acord. Gambang ini dimainkan oleh seorang pemain dengan menggunakan 4 alat pemukul.
  • Bass Lodong. Terbuat dari beberapa tabung bambu besar yang dipukul, guna memberikan nada rendah.
  • Gendang, sebagai alat musik pembawa irama.    

Sejarah alat musik Arumba. Yoes Roesadi dan kawan – kawan tepatnya pada tahun 1964, mereka membentuk sebuah grup musik yang secara khusus memasukan angklung pada barisan ensembel – nya. Pada saat dalam perjalanan, mereka naik truk ke jakarta untuk pentas, muncul ide mereka untuk menamai grup musik mereka dan nama grup musik itu adalah grup Arumba “Alunan Rumpun Bambu”.  

Muhamad Burhan sekitar pada tahun 1968, di Cirebon dia membentuk grup musik yang dibuat khusus memainkan alat musik bambu. Angklung dan Calung merupakan alat musik lama, yang mereka gunakan dalam grup musik itu, lalu mereka pun menciptakan ide – ide baru untuk membuat alat musik gambang dan bass lodong. Pergabungan alat musik ini yang membuat timbulnya ide untuk memberi nama arumba  “Alunan Rumpun Bambu”. 

Itulah sekilas tentang sejarah alat musik Arumba, dan semoga memberi pengetahuan yang luas tentang sejarah alat musik tradisional yang ada di indonesia.
Baca juga: